Para Petani di Gemawang mulai aktif berpesta di sawah

Persawahan di Desa Gemawang

WONOGIRI – gemawang-wonogiri.sideka.id.– Menurut Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia, petani adalah akronim dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia.Istilah ini disampaikan Bung Karno pada 1952 saat menggalakkan swasembada pangan sebagai penjamin stabilitas nasional.Ditengah gempuran keterbatasan pupuk dan mahalnya biaya operasional, para petani masih bertahan menjalani profesinya dengan segala dinamika yang ada,Senin(01/03/2022).

Mayoritas profesi masyarakat desa gemawang adalah petani.Banyak dari mereka yang punya lahan garapan sendiri berupa lahan persawahan bledon, sawah tadah hujan dan tegalan.Banyak juga dari mereka yang tidak memiliki lahan garapan sendiri tapi menyewa lahan subur bengkok desa.Sejauh ini dengan produktifitas hasil pertaniannya, desa gemawang bisa dikatakan sebagai salah satu lumbung padi di kecamatan ngadirojo.

Di awal bulan maret dengan curah hujan yang masih tinggi ,dimanfaatkan para petani untuk menggarap lahan pertaniannya.Banyak petani yang akan menghabiskan waktunya di sawah, menggarap lahan pertaniannya sendiri ataupun buruh di lahan orang lain.Momentum para petani sibuk di sawah tidak bisa kita jumpai setiap waktu, pemandangan eksotis ini hanya bisa kita jumpai di awal tanam dan di musim panen.

Desa Gemawang tidak hanya menjadi bukti bahwa pertanian dengan segala keterbatasannya, masih menyimpan harapan, masih sangat menjanjikan hasil, masih memberi jaminan kehidupan bagi masyarakatnya tetapi disisi lain ekosistem pertanian di gemawang bisa menjadi ekowisata, bisa menjadi destinasi wisata alternatif bagi dunia luar yang ingin melihat dan merasakan atmosfir kearifan lokal yang tercipta dari dinamika pertanian di desa gemawang.

 

Persawahan di Desa Gemawang

Pematang sawah yang tergerai-rapi disepanjang jalan desa, panorama hamparan padi yang menghijau memanjakan mata, pemandangan padi menguning sebelum di panen, aliran sungai yang mengalir sepanjang musim akan menjadi untaian daftar destinasi yang sangat sayang dilewatkan.

Dengan eksotisme yang ada, yang disuguhkan petani gemawang bukan hanya bahan makanan pokok yang kita makan, secara tidak langsung petani gemawang menciptakan ekosistem yang menjadi sumber obat cuci mata, obat luka batin aka “self healing”,  dan pemandangan yang menjernihkan pikiran.Kita bisa menikmatinya dengan bersepeda santai, jogging, atau bahkan ikut terjun langsung membantu petani di sawah.(jlz93)

 

 

 

Tinggalkan Balasan