GEMAWANG = GEMAH ING AWANG AWANG

Nama desa Gemawang tidak diketahui secara pasti dari mana asal-usul nama desa tersebut .Namun menurut informasi yang disampaikan seseorang penduduk asli desa Gemawang.Nama desa diambil dari dusun yang tertinggi letak geografisnya dalam desa.Karena sampai sekarang dusun yang namanya Gemawang memang lebih tinggi dan lebih besar daripada dusun yang lain,selain itu penduduknya paling banyak dan terletak ditengah tengah desa.Namun reaitas saat ini , Gemawang menjadi satu kesatuan dengan dusun Pucuk.Jalan ditengah-tengah dusun menjadi pembatas antara Pucuk dan Gemawang, dalam administrasi dibedakan antara RW IV dan RW V.

Ada narasumber lain yang memberikan uraian bahwa kata Gemawang diambil dari Bahasa jawa : GEMA-WAH-WANG, dengan maksud GEMAH ING AWANG-AWANG.Memang ada benarnya, karena pada masa sebelum tahun 1960 an, ada pasar di dusun Gemawang dan pada saat itu orang-orang yang beraktivitas di pasar suaranya terdengar di seluruh wilayah di desa Gemawang.

Pada zaman penjajahan, desa Gemawang banyak dipilih sebagai desa persembunyian orang-orang dari luar daerah wilayah desa karena kondisi geografisnya yang cukup unik, desa Gemawang selain dibelah dengan dua sungai yakni sungai Naruhan dan sungai Keduwang, juga disebelah selatan ada pegunungan-pegunungan disitulah orng-orang yang takut dengan penjajah bersembunyi.

Pada zaman itu desa gemawang dipimpin oleh seorang Ronggo, bernama Ronggo Taru Satoyo,  beliau dalam kepemimpinannya berpihak pada atasan(penjajah).Selang beberapa tahun kepemimpinan Ronggo Trau Satoyo dilintirkan pada anakny bernama Atmodiharjo.Dalam tugasnya Ronggo Atmodiharjo belum bias berbuat apa-apa terhadap masyarakat karena masih mengikuti jejak-jejak penjajah.Dalam kepemimpinannya kedua Ronggo tersebut keadaan desa Gemawang dan masyarakatnya sangat tertinggal dari segala bidang yang ada, perekonomian,pembangunan dan sebagainya.

Perekonomian desa untuk hasil  pertaniannya sebagian disetorkan kepada pemerintah.Hal Pendidikan :Gedung SD baru 1 unit untuk menampung murid sekolah yang luar biasa membeludak pada saat itu sampai menumpang rumah warga.Memasuki tahun 1965 an Ronggo sebagai pemimpin  pemerintahan mulai terasa akan tergeser, karena sudah mulai  ada gerakan- gerakan melalui partai politik diselurtuh wilayah.Pada tahun 1965 akhir, pemimpin dijabat oleh seorang tokoh bernama Sadiman Jarwo Sugito.Berjalan kurang lebih 1 ½ tahun.Bapak Jarwo Sugito menjalankan aturan yang ada dilaksanakannya pemilihan kepala desa pada tahun  1967 akhir.

Saat itulah masyarakat Gemawang tersentuh demokrasi.Dengan diadakannya pemilihan kepala desa di Gemawang yang diikuti oleh tiga orang calon yakni : Bp.Sadiman Jarwo Sugito notabene adalah Guru SD/Pj KADES, kemudian Bp.Suparno seorang tokoh partai dan nama terakhir adalah Bp.Wariman Parto Suwito yang merupakan seorang perangkat desa.Dalam pemilihan tersebut Bp.Wariman Parto Suwito keluar sebagai pemenang (yang paling banyak memperoleh suara atau biting).Pada saat itulah Gemawang dipimpin oleh kepala desa Bp.Wariman Parto Suwito.

Dari tahun ke tahun Bp.Wariman sangat patuh dan atasan.Maka dalam perjalanan kepemimpinannya 5 s/d 10 tahun, Gemawang belum ada keberhasilan yang menonjol.Dengan perkembangan pemerintah saat itu Gemawang sangat mendapat prioritas  dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten.terlihat di Gemawang mendapat gedung sekolah INPRES yang sampai sekarang gedung tersebut  masih dihuni banyak siswa untuk meraih prestasi dibidang Pendidikan Sekolah Dasar.

Terhitung kurang lebih 31 tahun Bp. Wariman Parto Suwito menjadi Kepala Desa.Menjelang akhir tugasnya Bp.Karmin menerima pimpinan kecamatan /Camat Bp. Karmin.Bersamaan dengan camat Turba/turun kebawah bertemu dengan masyarakat.

Pada tahun 1988, masyarakat Gemawang banyak membangun infrastruktur, diantaranya jalan makadam, jembatan, irigasi dan lain-lain.Yang sangat menonjol, warga Gemawang membangun jembatan yang panjangnya 70 m, lebar 4 m, tinggi kurang lebih 15 m dari kedalaman sungai.Pembangunan tersebut merupakan swadaya murni masyarakat.

Ditengah kegiatan pembuatan jembatan tersebut pemerintahan melaksanakan Perda dan Undang-Undang yang berlaku untuk diadakan pemilihan Kepala Desa pada tahun 1988 menjelang akhir, desa Gemawang melaksanakan Pilkades.Dengan tiga calon diantaranya Bp.Kariman ,Bp.Saino , dan Bp.Purwito.Bp.Kariman keluar sebagai pemenang dalam kontestasi Pilkades Gemawang tahun 1988.

Mengawali tugasnya Bp.Kariman menyelesaikan pembangunan jembatan yang kurang lebih 60% dilaksanakan oleh kepala desayang sudah purna.17 tahun Bp.Kariman memegang pemerintahan di Gemawang, terhitung sampai januari 2007 (2 Periode).Januari 2007 Bp.Kariman menyerahkan tugasnya sebagai kepala desa kepada Bp.Suwarno yang notabene pemenang pelaksanaan Pilkades mengalahkan Bp.Suparjo (Kadus Dungbandung).Tepatnya 16 Januari 2007 Bp.Suwarno menerima jabatan kepala desa untuk periode 2007-2013 mendatang.Mengawali tugasnya sebagai kepala desa Bp.Suwarno berorientasi tentang alam, maka bersama warga Bp.Suwarno selaku penanggung jawab mencetuskan  Peraturan Desa tentang Peduli Lingkungan/ Pengelolaan Lingkungan.Dengan harapan semoga program ini terwujud demi menjaga, melestarikan alam di desa Gemawang demi masa depan anak cucu penerus bangsa.

Setelah era Bp.Suwarno maka pemimpin tingkat desa Gemawang mengalami perubahan setelah pelaksanaan Pilkades .Bp.Suparjo (Kadus Dungbandung) keluar sebagai pemenang Pilkades 2012, beliau dilantik pada Jnuari 2013.Selam kepemimpinan Bp.Suparjo desa Gemawang mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama dibidang pembangunan infrastruktur, dampak penggenjotan pembangunan infrastruktur sangat dirasakan oleh masyarakat desa, mobilisasi masyarakat semakin menjadi semakin lancar, penjualan hasil bumi masyarakat juga menjadi seamakin lancar.Di era kepemimpinan Bp.Suparjo desa Gemawang beberapa kali mendapat reward dari Kec.Ngadirojo karena prestasi nya selalu terdepan dalam hal pembayaran pajak bumi hal ini terjadi rentang tahun 2013-2016.

Bapak Suparjo yang putra daerah asli dusun Dungbandung kembali mendapat kepercayaan, terpilih kembali menjadi kepala desa Gemawang pada pilkades September 2019 dan dilantik di bulan januari 2020.Pak Suparjo berhasil memikat hati masyarakat dengan kinerjanya yang banyak dirasakan masyarkat desa.Harapan besar Bapak Suparjo semoga masyarakat semakin makmur dan tercipta lingkungan masyarakat yang sejahtera.

Tinggalkan Balasan